BLAST HEART
Hati Yang Menjerit
Sakit...…
COMING SOON ON BOOK STORE
SUDAH TERBIT : tersedia di gramedi/toko buku seindonesia!!!!
Judul : BLAST HEART
Twitter : @ BlastHeartOFC
BLAST HEART
Can you feel my bloody heart?
Can you see my gloomy tears?
Can you hear my sorrow scream?
Can you save me from the dark?
-----------------------
Air mata yang jatuh, luka yang tersayat,
Darah yang menetes, jeritan kesakitan, hati
yang terluka,
Akankah semua terobati?
Ataukah berakhir sia-sia...
--------------------
Tentang
bagaimana cinta yang besar justru menghasilkan kebencian yang lebih besar.
Sebuah kutukan yang terlahir dari
kesalahan dari masa lalu…
Seperti sebuah mimpi, kehidupan Rafael
yang mewah berubah drastis. Bukan hanya kematian kakeknya yang tiba-tiba, tapi
seluruh harta warisannya lenyap. Rafael bertemu dengan Kirei, gadis pendiam nan
misterius yang membuatnya penasaran. Memiliki kisah masa lalu yang sama-sama
menyedihkan, membuat keduanya dekat. Rafael mencoba mendekati Kirei, tapi
semakin ia berusaha, gadis itu justru semakin jauh dari dirinya. Bukan hanya
itu, kejadian demi kejadian aneh mulai muncul disekitar Rafael. Teman-teman sekolahnya dan keluarganya pun tewas
secara misterius. Hingga akhirnya ia sadar, dia adalah satu-satunya orang yang
tak tahu apa-apa dan hidupnya pun dalam bahaya.
Persahabatannya yang manis telah
dipenuhi dengan kebohongan yang amat pahit. Air mata yang jatuh, luka yang
tersayat, darah yang menetes, hati yang terluka, jeritan kesakitan, Akankah
semua terobati? Ataukah berakhir sia-sia...
--------------------------------------
REVIEW
Novel BLAST HEART adalah novel terbaru yang ditulis oleh @himetenry pada akhir tahun 2013 dan selesai pada awal
bulan februari 2014. Menurutnya, novel ini berbeda dengan novel-novel yang
pernah ditulis sebelumnya.
“ dari segi konsep dan alur memang
berbeda dengan pahat hati dan nyanyian ilalang,
novel ini lebih memadukan konsep antara misteri dan romantisme. “
ucapnya.
Kisah awal cerita adalah kehidupan
Rafael, kehidupannya mewah, dan mendapatkan apa saja dengan mudah, namun semua
hal yang dimilikinya mendadak hilang saat kekeknya meninggal dunia akibat
kecelakaan pesawat. Bahkan, harta warisan yang harusnya ia miliki disita untuk
membayar hutang perusahaan Wijaya Grup.
Rafael memiliki seorang teman
sekelas bernama Kirei, gadis pendiam yang paling cantik disekolah dan menjadi
saingannya dikelas. Rezza sahabat Rafa sangat menyukai Kirei dan selalu
melakukan apa saja untuk menarik perhatian gadis itu. Akan tetapi sikap Kirei
yang selalu cuek pada semua orang membuat siapapun sulit mendekatinya.
Selain Rezza yang selalu ceria, Rafael memiliki 4 sahabat
lain, Rangga si cowok pintar berkacamata
anak Kapolda, Bismha si cowok manis bermata bulat, Ilham yang senang
memanjangkan rambut sampai Diky cowok Jakarta keturunan ningrat yang tidak bisa
menghilangkan logat jawanya yang kental. Mereka berenam, meski berbeda kelas,
tapi tergabung dalam satu band De’Heroez. Selain itu Rafa yang popular dan kaya
raya memiliki seorang pacar cantik bernama Nabilah.
Para tokoh dalam novel ini bersekolah disebuah sekolah
elit bernama SMA Nusantara. Sekolah favorite se-Asia Tenggara dengan konsep
yang sangat unik.
Tapi ketenangan Rafa dan teman-temannya terusik. Sebuah kutukan mengerikan muncul. Kejadian
demi kejadian misterius mulai terjadi.
Setelah kehilangan harta dan kekayaan, satu persatu teman sekolah Rafa
ditemukan meninggal dengan cara yang sadis. “ Dewa Kematian” begitu pembunuh
berantai ini disebut. Pisau belati dan pesan kematian ‘8996’ menjadi
satu-satunya pentunjuk mengenai si pembunuh, tapi bahkan kepolisian sekalipun
kesulitan mengungkap pembunuhan ini.
Bukan hanya menimpa teman sekolah, Nabilah pacar yang
sangat dicintai Rafael pun meninggal tepat didepan mata pemuda itu. Tidak
sampai disitu, tapi kematian itu
kemudian menimpa keluarga Rafa. Bahkan pada suatu peristiwa, nyawa Rafael
nyaris melayang karena diserang oleh orang tak dikenal. Tapi untungnya saat itu
Kirei muncul dan menyelamatkan Rafael. Rafael mulai merasakan jatuh cinta pada
Kirei, namun gadis itu selalu cuek. Kirei selalu menutup diri dan hatinya untuk
siapapun bahkan untuk Rafael.
Kejadian demi kejadian terus terulang, sebuah rahasia besar mulai terungkap. Rangga, mulai
mengungkap berbagai macam teori tentang si pembunuh berantai. Kebohongan
diantara sahabat-sahabat Rafael mulai muncul kepermukaan. Rafael pun akhirnya
menyadari, dia adalah satu-satunya orang yang tidak mengetahui tentang
kebenaran bahwa Dewa Kematian adalah orang yang ada sangat dekat dengannya.
Rafael pun dituntut untuk menyelamatkan Rezza. Mampukah Rafael menyelamatkan
nyawa sahabatnya?
Bagaimana kisah cintanya pada Kirei yang bertepuk sebelah
tangan? Mampukah seorang Rafael mengisi hati Kirei yang sudah lama kosong?
Bagaimanapula dengan persaingan cinta antara Rafa dan
Rezza?
Kutukan itu,
kutukan yang membawa dendam, mampukah Rafael menghapuskannya?
Dan siapakah sebenarnya Dewa kematian itu? Apakah teori
Rangga mampu mengungkapnya?
Air mata yang jatuh, luka yang
tersayat, darah yang menetes, hati yang terluka, jeritan kesakitan, Akankah
semua terobati? Ataukah berakhir sia-sia?
Seperti di novel-novel sebelumnya, Novel BLAST HEART juga
memiliki segudang kejutan didalam alurnya yang misterius.
---------------------------------
(Cuplikan)
“ huft!!! aman-aman.” Rafa mengurut dada. Ia mengacungkan
jempol kearah kakeknya. Namun kakek justru langsung menyambar telinga Rafa dan
menjewer pemuda itu hingga ia meringis kesakitan. “Awww!!! Sakit kakek.
Ampun-ampun.”
“ sekarang kejar dia.”
“ kakek, dia itu tukang tipu.” Wajah Rafa memohon
kepercayaan.
“ dia cucu kakek. Kalau kamu tidak kejar dia, kamu kakek
usir dari rumah ini.”
“ HAAAAAH!!!” untuk kesekian kalinya Rafa mengangga
keheranan.
“ cepat kejar dia. Jangan hah heh hah heh. KEJAR!!!”
Teriak kakek, sementara Rafa berlari sambil memegang telinganya.
---------------------------------
“ Heh cewek aneh, denger nggak.” Rafa menarik lengan
Kirei agar gadis itu menghadap wajahnya. Nampak Kirei menunduk sambil memegangi
darinya yang sebelah kanan. Nampak cairan merah kental mengalir dari sela
jari-jari Kirei. Beberapa titik pun menetes di lantai. Rafa jadi terkejut dan
buru-buru memegang wajah Kirei. Darah kental jatuh membasahi pipi Kirei yang
putih bersih. Wajah Kirei pucat pasi, tangannya yang merah bergetar. Sekujur
tubuh gadis itu dilanda rasa dingin hebat.
---------------------------------
Tatapan itu…, tatapan itu sama dengan
tatapan mereka terhadapku, pikir Rafa. Ah tidak, tatapan itu lebih kuat, dalam, gelap, dan tatapan itu bukan untukku.
---------------------------------
Kontan saja suasana senja yang damai berubah menjadi mengerikan.
Polisi, wartawan dan mobil ambulans segera berdatangan memenuhi kediaman
keluarga Tanito. Suara sirine dan teriakan bercampur aduk menjadi satu. Sore
yang jingga perlahan berubah warna kemerahan. Warnah merah di cakrawala
menjelma bagai darah. Mengakhiri peristiwa sadis sore itu. Peristiwa keji yang
memuat headline “Handy Mourgan Tanito, tewas bersimbah darah didalam kamarnya
sendiri.” pada setiap koran ibu kota.
---------------------------------
“ Ya elah Kir, emang kamu lupa yang semalem?” terbayang
di benak Rafa kejadian dibawah kembang api semalam.
“ Semalem? Yang mana?”
“ Yang mana? Yang semalem Kir.” Rafa kehabisan kata-kata.
“ Yang semalem?” Kirei kembali bertanya sambil
mengerutkan kening.
“ iya, masak kamu udah lupa sih.” Rafa geregetan.
“ Apaan semalem? Apa jangan-jangan...” Rezza duduk dengan
mimik serius sambil menatap Kirei dan Rafa bergantian.
“ Udah lupain aja.” Rafa jadi kesal.
---------------------------------
“ siapa ini?” Tanya pria itu dengan wajah tegang. Ia
mencari-cari orang yang memberikan telpon genggam ini tapi dari jarak pandang
yang dipenuhi oleh pelayat, ia sama sekali tak bisa menemukan orang misterius
itu.
“ Hahahahahahah. Ini adalah balasan dari dewa kematian.”
suara berat mirip robot itu terdengar tertawa puas. Nuttt!!! Nut!!! Sambungan
telpon terputus. Meninggalkan wajah pucat tuan Thomas Winowijoyo yang tegang
dan kaku. Lalu keramaian perlahan menelusup dan kembali dirasakannya.
---------------------------------
Rafa lantas menatap Kirei yang wajahnya pucat. Gadis itu
menunduk memegangi perutnya. Rafa memegangi perut Kirei, membuat tangannya ikut
basah karena darah yang mengucur. Nafas gadis pun mulai melemah.
Aku tidak
takut mati, tapi aku hanya takut kalau aku tidak bisa melakukan apa-apa
untuknya. Aku rela mati demi dia. Bagiku, lebih baik mati menyelamatkan orang
lain, dari pada mati tapi tidak melakukan apa-apa.
sampul
sampul

3 komentar:
ini nanti ada brp halaman? kapan bakalan terbit?
.ini bisa pesan gk??
Sudah tersedia di gramedia. SEKARANG Pesan online sms :085696122660, Line: himetenry (Format: Namalngkp/alamatlngkp/no.HP/judul buku)
Posting Komentar