Judul : ZombienesiA
Penulis : Andi Tenri
Ayumayasari
tebal : 256 hlmn
Harga : 55.500 (*belum ongkos kirim
Sinopsis :
The first zombie novel by Indonesian author
Aku Rafael. Kau mungkin tidak percaya, tapi inilah yang terjadi.
Kota tempat aku berada kini hancur.
Semua berawal dari sebuah Bunker peninggalan zaman kolonial belanda
ditemukan secara tidak sengaja di sebuah kota kecil di Sulawesi. Peninggalan
sejarah ini rupanya memicu sebuah bencana. Awalnya semua baik baik saja sampai
penduduk kota mendakak ‘sakit’, . Lalu semua mulai berubah saat orang-orang
disekelilingku mendadak menghilang secara misterius, bersamaan dengan
ditemukannya percikan darah dan potongan-potongan tubuh dijalanan. kutukan
mungkin.
Aku, Dahlan, Airis dan yang lainnya harus bertahan hidup dari
pemangsa kami. Para mayat hidup, yang kami sebut infekter. Namun sayang,
penduduk lokal yang kami temui justru lebih tidak manusiawi dari para infekter. Pemerintah, seperti
sepercik air di musim kemarau. Ada entah dimana, tapi yang jelas Dahlan
pemimpin kami, terus meyakini adanya peradaban di Batavia.
Tak ada kemanusiaan, hanya lengkingan maut, darah, dan potongan
tubuh yang terkoyak. Harapan, mungkin
hanya itu yang kami miliki. Aku dan yang lainnya terus berjuang untuk hidup.
Tapi tak banyak pilihan yang kami punya hanya, BERTAHAN atau MATI.
CUPLIKAN ISI BUKU
---------------
Tiba-tiba pintu itu roboh dan muncullah sosok menyeramkan
dibawah remangnya sinar lampu. Seorang pria berjalan terseok-seok kearah
keduanya. Pakaiannya compang camping dengan kondisi tubuh yang tak utuh. (hlmn
13)
-----------------
“Aku juga baru sadar,
beberapa malam belakangan ini, semakin sering diadakan patroli malam oleh
polisi. aku merasa ada yang aneh dengan kota ini.” Sahut Reza.
“Dan semakin banyak warga yang mengaku keluarga atau
tetangganya hilang.” Ucap Airis pelan.
“Hah? Ciyus? Miapah? ” Jono terkejut.
(hlmn 43)
--------------------
Rumah sakit kembali
dipenuhi kantong mayat, sekarang mayat itu tidak lagi dibantai lalu dikubur,
tapi setiap kepala yang sudah dihancurkan langsung dibakar. Bau daging dan
anyir tercium menjadi aroma daging gosong yang melebur bersama desahan udara
siang. (hlmn 62)
---------------------
“Apa yang sedang kau
pikirkan?” Tanya Rafael cemas.
“Sebelum aku kemari, tepat saat kakiku cedera, aku
berjalan kaki sejauh 8 km. saat beristirahat aku bertemu Ilham. Ia membawaku
ketempatnya. Saat aku memutuskan untuk mencarimu, aku pernah berjanji pada
Ilham juga Amila bahwa aku akan datang menjemput mereka. Aku tidak bisa
meninggalkan mereka sendirian. Itu terlalu egois.”
(hlmn 129)
---------------------
“Ya sebuah musallah.”
Ucap Rafael memandang bangunan bercat hijau tua yang bertahta bisu ditepi jalan.
“Aku ingin kesana sebentar.”
“Apa?”
“Sebentar saja.” Rafael mengangkat bahu ban meminggirkan
mobilnya dipintu masuk sebuah mushallah. Seperti bangunan lainnya, musallah itu
nampak berantakan. Beberapa tulang-belulang berserakan didepannya. Putih gading
warnanya. Alwin melangkah turun, ia menunduk memperhatikan bayangan tubuhnya.
(hlmn 184)
-----------------------
“Apa kau sudah gila?”
Rafael meninggikan suaranya, ia terlihat marah dan terkejut.
“Kau lihat apa yang aku lihat Raf, selama berbulan-bulan, darah, kematian,
pembantaian, semuanya, kau tahu aku tidak ingin hidup didunia yang seperti ini,
aku ingin duniaku yang dulu, ponsel, komputer, internet, semuanya. Jika tidak,
bunuh aku saja Raf. Aku ingin kedamaian bukan sebuah kehidupan yang tidak
manusiawi lagi. aku, mentalku, seluruhnya tidak siap untuk dunia seperti ini.
Dunia tua yang mulai keropos, aku tidak ingin. Aku tidak ingin hidup dengan
seluruh banyang-banyang kematian yang selalu menghantuiku. Aku ingin keluar dari
semua penderitaan ini. Jika aku mati, aku tidak lagi harus melihatnya kan?
Tidak lagi harus berlari dari pemangsa, takut juga cemas. Semua itu tidak akan
ada lagi. kita hidup dengan banyangan
kematian setiap harinya tapi kematian itu terus mempermainkan kita. Aku lelah
dengan semua ini, aku lelah terus menebas kepala demi kepala, lelah berlari,
aku lelah ketakutan. aku ingin semuanya berakhir sekarang juga. Sekarang. ”
“Kau mulai sinting Airis.” Ucap Rafael menggelengkan
kepala. (hlmn 151)
Testimony :
@SMASHNOVEL :
"Membuatku bergidik dan merinding. Novel paling unik dan misterius .
Action, Politik, Religi, Romantis, Sosial dan Horor, semuanya terangkum.
pokoknya lengkap."
Fauzie, Bandung : "Belum
pernah baca novel seperti ini. nggak habis pikir apa sih yang ada dikepala
penulisnya. two thumbs up."
Imel, Jakarta :
"Sukses membuatku bermimpi buruk semalaman. Memberikan sebuah pengalaman
yang seru dan menegangkan hanya dengan membaca sebuah buku."
@Alia_winata :
"Bikin penasaran. membacanya membuatku deg-degan dan geregetan. ceritanya
luar biasa seru."
Pras, Jakarta : "Buku
yang sangat unik. belum pernah ada novel sekeren ini. kalo di filmkan, pasti
jadi film terbaik. Trust me."
BERMINAT MEMBELI?
Cara pemesanannya gampang tinggal isi
formulir dibawah ini:
Nama lengkap:
Alamat lengkap:
(Nama jalan / RT/RW/ kelurahan/Kecamatan
/ kota/ provinsi/kodepos):
Nomor hape:
Judul buku yg dipesan:
Jumlah buku yg dipesan:
Formulir ini bisa dikirim ke :
E-MAIL : admin@nulisbuku.com atau SMS : 085696122660
(pilih salah satu)

2 komentar:
pengen seh,tapitakut,,serem banget gk seh ceritanya?????
bikin penasaran seh..... :(
bukunya masih ada ga?
Posting Komentar